LITERASI DIGITAL
Berikut artikel yang siap diposting di aliike.blogspot.com. Gaya bahasa santai, mengalir, dan tetap lengkap. Silakan langsung salin–tempel ke blog.
Literasi Digital di Era Agribisnis Modern: Cara Mudah Bikin Konten Multimedia Kece untuk Anak APHP
Di era sekarang, dunia digital itu ibarat “pasar gede” tempat semua orang berlalu-lalang. Kalau di pasar tradisional kita lihat banyak pedagang, pembeli, dan suara ramai, maka di dunia digital orangnya datang dari mana saja—tinggal buka HP.
Nah, anak APHP (Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian) SMK Negeri 1 Kedawung Sragen, kalian sebenarnya sudah punya “barang dagangan” keren: hasil olahan pangan, pengetahuan tentang cara produksi, higienitas, teknik pengemasan, dan seterusnya. Tinggal satu langkah lagi: menyampaikan itu ke dunia lewat konten digital.
Itulah kenapa literasi digital sekarang penting banget. Tidak cukup hanya tahu cara mengolah hasil pertanian, tapi juga mampu memproduksi dan menyebarkan konten multimedia yang informatif, menarik, dan aman.
1. Apa Itu Literasi Digital?
Kalau dijelaskan dengan sederhana, literasi digital itu kemampuan untuk:
-
Mengakses informasi digital,
-
Mengolah dan memahami informasi tersebut,
-
Membuat konten digital,
-
Menyebarkan konten secara etis dan aman.
Ibaratnya, bukan hanya bisa makan — tapi juga bisa masak, menyajikan makanan, dan tahu cara berbagi makanan dengan benar.
2. Produksi Konten Multimedia di Bidang APHP
Konten multimedia itu bisa berupa:
-
Website
-
Infografis
-
Video interaktif
-
Animasi sederhana
-
Presentasi digital
-
Foto produk yang menarik
Yang keren, semuanya bisa dipadukan dengan dunia APHP: teknik pengolahan makanan, sanitasi alat, pembuatan keripik buah, pembuatan yoghurt, cara packaging, dan sebagainya.
Contoh nyata di lingkungan APHP SMK N 1 Kedawung Sragen
Beberapa projek yang sering dikerjakan siswa dapat dijadikan konten, misalnya:
-
Video proses pembuatan keripik pisang dengan vacuum frying
-
Infografis tentang Cara Menjaga Mutu Bahan Baku
-
Website sederhana tentang katalog produk olahan hasil pertanian buatan siswa
-
Tutorial interaktif tentang CPOB (Cara Produksi Olahan Pangan yang Baik)
3. Menggunakan Koding untuk Membuat Konten Multimedia
Santai, koding itu tidak seseram kelihatannya. Anggap koding seperti resep. Ada bahan, ada langkah. Kalau salah satu komponen hilang, hasilnya tidak jadi.
a. Bikin Website Produk Olahan
Kalian bisa pakai HTML + CSS untuk membuat katalog produk.
Contoh simpel:
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<title>Produk Olahan APHP</title>
<style>
body {font-family: Arial;}
.produk {border:1px solid #ccc; padding:10px; margin:10px;}
</style>
</head>
<body>
<h1>Katalog Produk APHP</h1>
<div class="produk">
<h2>Keripik Pisang</h2>
<p>Diproduksi dengan vacuum frying sehingga lebih renyah dan tidak gosong.</p>
</div>
</body>
</html>
Dengan kode sederhana ini saja kalian sudah bisa membuat website statis yang informatif.
b. Koding untuk Infografis Interaktif
Gunakan JavaScript + Canva atau tools lain untuk membuat animasi klik yang menampilkan informasi tertentu.
Misalnya: klik gambar pisang → muncul info kandungan gizi + proses pengolahannya.
4. Menggunakan AI untuk Mengoptimalkan Konten
Sekarang AI sudah jadi “asisten pribadi” yang bisa bantu banyak tugas, seperti:
a. Editing Foto Produk
-
AI pada aplikasi seperti Canva, Pixelcut, atau Remini bisa membuat foto produk terlihat profesional.
-
Misal foto keripik singkong yang awalnya gelap → AI dapat mencerahkan, memperjelas, dan memberi background estetik.
b. Rekomendasi Konten
AI bisa memberi saran ide konten:
-
“Topik video edukasi tentang mikrobiologi pangan”
-
“Judul menarik untuk postingan tentang pasteurisasi”
-
“Caption Instagram untuk produk olahan siswa APHP”
c. Editing Video
AI video editor seperti CapCut, InShot, atau Descript membantu:
-
auto subtitle,
-
auto transisi,
-
stabilisasi video,
-
penghapus noise suara.
Contoh: video proses pengemasan sambal botol sering buram? AI bisa memperbaiki.
5. Diseminasi Konten Digital yang Aman dan Efektif
Sebagus apa pun konten kalian, cara menyebarkannya tetap harus etis dan aman.
Etika Digital Anak APHP
-
Cantumkan sumber informasi bila menggunakan teori atau materi tertentu.
-
Hindari hoaks tentang pangan — apalagi soal keamanan makanan.
-
Jangan unggah wajah teman tanpa izin.
-
Gunakan bahasa yang sopan meskipun santai.
Strategi Penyebaran Konten
-
Gunakan Instagram, TikTok, dan blog sekolah untuk berbagi konten edukatif.
-
Posting rutin, misalnya 2–3 kali per minggu.
-
Gunakan hashtag terkait: #Agribisnis #APHP #PengolahanPangan.
-
Tunjukkan proses nyata di bengkel APHP, ini membuat konten lebih otentik.
6. Contoh Konten Digital APHP yang Efektif
Berikut ide nyata yang bisa diterapkan:
1. Video pendek “Story of Product”
Menampilkan perjalanan pembuatan keripik: dari bahan → sortasi → penggorengan → penirisan → packaging → foto produk.
2. Website Katalog Produk APHP
Berisi:
-
Foto produk
-
Deskripsi
-
Harga
-
Komposisi
-
Cara penyimpanan
3. Infografis Edukasi
Contoh topik:
-
Cara mencegah kontaminasi silang
-
Proses pasteurisasi susu
-
Perbedaan vacuum frying dan deep frying
4. Konten Interaktif untuk Tugas Sekolah
Klik bagian alat pengolahan → keluar fungsi masing-masing alat.
Penutup
Literasi digital bukan sekadar bisa memakai HP atau menjalankan aplikasi. Ini tentang bagaimana kita bisa menghasilkan konten digital yang bermanfaat, informatif, dan profesional, terutama dalam bidang APHP.
Dengan kemampuan ini, siswa APHP SMK Negeri 1 Kedawung Sragen bukan hanya jago praktik di bengkel, tetapi juga siap bersaing di dunia digital. Produk yang kalian buat bisa dikenal banyak orang hanya lewat satu postingan berkualitas.
Kalau kamu ingin bahasan lebih dalam atau punya ide topik lain, silakan tinggalkan komentar di bawah!
Dan jangan lupa mampir ke postingan lain di blog ini ya—banyak tulisan menarik menunggu kamu! ✨
Komentar
Posting Komentar